Loading...

Pengertian, Ciri, Tujuan, Pola Serta Contoh Konsumsi dan Perilaku Konsumen

Advertisement
Pernahkah kalian membayangkan manusia hidup tanpa makan, minum, pakaian, rumah, pendidikan, hiburan, dan alat transportasi? Bisakah manusia bertahan hidup dan merasakan kenyamanan? Bila hewan bisa hidup hanya dengan makanan dan minum, bisakah manusia hidup hanya dengan makan dan minum? Bagaimana jadinya bila manusia hidup tanpa pakaian dan tempat tinggal?

Manusia memang berbeda dengan makhluk lainnya. Dalam hidupnya, manusia memerlukan banyak barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, agar mampu bertahan hidup dan merasakan kenyamanan, manusia harus melakukan kegiatan konsumsi. Lalu tahukah kalian apa yang dimaksud dengan konsumsi itu? Berikut ini penjelasannya.
Pengertian, Ciri, Tujuan, Pola Serta Contoh Konsumsi dan Perilaku Konsumen
Pengertian Konsumsi
Dalam kehidupan sehari-hari kata konsumsi selalu dikaitkan dengan kegiatan makan dan minum. Di suatu pesta sering muncul ucapan, “konsumsinya sangat memuaskan” atau “sayang sekali konsumsinya tidak memuaskan”. Pengertian konsumsi seperti ini tidaklah salah, tetapi masih belum lengkap.

Lalu, apa sebenarnya pengertian konsumsi menurut ilmu ekonomi? Apakah menurut kalian kegiatan memakai sepatu bisa disebut sebagai konsumsi? Bila tidak, lalu kegiatan memakai sepatu termasuk kegiatan apa? Dalam ilmu ekonomi, yang dimaksud dengan konsumsi adalah sebagai berikut.
Konsumsi adalah kegiatan manusia yang mengurangi atau menghabiskan guna barang atau jasa yang ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perhatikan tabel kegiatan konsumsi berikut.
Kegiatan Konsumsi
Contoh
Menghabiskan guna barang
makan nasi, makan bakso, minum es dan lain-lain
Mengurangi guna barang
memakai baju, duduk di kursi, mengendarai mobil dan lain-lain

Lalu, apakah contoh kegiatan konsumsi yang bisa menghabiskan guna jasa? Contohnya adalah meminta penjelasan guru, meminta nasihat dokter, mengikuti kursus, memakai sopir pribadi, menyaksikan pertunjukan musik, dan lain-lain.

Tahukah kalian ada kegiatan manusia yang menghabiskan atau mengurangi guna benda tetapi tidak digolongkan sebagai konsumsi? Bahan baku dan bahan bakar, walaupun habis digunakan dalam proses produksi tidak boleh disebut sebagai konsumsi. Karena, bahan baku dan bahan bakar tersebut habis untuk memproduksi barang lain dan tidak digunakan langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Demikian juga dengan pemakaian mesin, cangkul, palu, dan bangunan pabrik, walaupun benda-benda tersebut gunanya berkurang, pemakaiannya tidak boleh digolongkan sebagai konsumsi. Karena seperti dijelaskan dalam pengertian konsumsi, salah satu ciri konsumsi adalah ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia, tidak ditujukan untuk memproduksi barang baru.
Poin Ekonomi!
Ciri kegiatan konsumsi adalah sebagai berikut.
 Ditunjukkan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
 Tidak ditunjukkan untuk memproduksi barang baru.

Contoh-Contoh Kegiatan Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa. Makan nasi adalah merupakan kegiatan konsumsi karena menghabiskan nilai guna nasi, memakai baju juga merupakan kegiatan konsumsi karena mengurangi nilai guna baju, membaca buku, menonton televisi, memotong kuku, bermain sepak bola, berobat ke dokter, menelpon, naik sepeda motor, dan sebagainya.

Evaluasi Ekonomi
Pak Burhan seorang pengusaha tempe, hari ini telah menghabiskan 20 kg kedelai untuk membuat tempe. Apakah pemakaian kedelai oleh Pak Burhan termasuk kegiatan konsumsi? Jelaskan jawaban kalian!

Pengertian Konsumen
Seperti yang telah dijelaskan di atas, konsumsi merupakan aktivitas menghabiskan atau mengurangi nilai guna barang atau jasa. Lalu apa yang dimaksud dengan konsumen? Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut.

Misalnya siswa merupakan konsumen pendidikan, pasien merupakan konsumen pengobatan, bahkan semua orang dapat berperan sebagai konsumen karena semua orang selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan seperti makan, minum, berpakaian, berekreasi, dan sebagainya.

Tujuan Konsumsi

Berdasarkan uraian sebelumnya, dapat diketahui bahwa tujuan konsumsi di antaranya adalah:
 Memenuhi kebutuhan jasmani/fisik, contoh: makan, minum, disuntik, dan lain-lain;
 Memenuhi kebutuhan rohani, contoh: menyaksikan hiburan, meminta petunjuk ulama, dan lain-lain;
 Mendapat penghargaan dari orang lain.

Kadang kala orang mengonsumsi barang atau jasa bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi juga ingin mendapat penghargaan/pujian dari orang lain. Contoh, orang memakai mobil mewah selain untuk memenuhi kebutuhan akan mobil, juga ingin mendapat penghargaan dari orang lain.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa sebenarnya konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia guna memperolehkepuasan. Jadi tujuan akhir dari kegiatan konsumsi adalah kepuasan. Jika kita lapar makan akan merasa puas jika sudah makan, begitu juga kita akan merasa puas jika kita haus memperoleh minuman yang segar.

Tujuan dan Perilaku Konsumen
Dalam kegiatan ekonomi seorang konsumen melakukan kegiatan konsumsi mempunyai beberapa tujuan. Terdapat empat tujuan kegiatan konsumsi dan ini juga merupakan pola perilaku dari konsumen yaitu:
1. Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap
Setiap orang yang melakukan konsumsi akan mengurangi nilai guna barang atau jasa tersebut secara bertahap. Sebagai contohnya ialah seperti memakai pakaian, kendaraan dan sepatu.
2. Menghabiskan nilai guna barang sekaligus
Konsumen juga dapat menghabiskan nilai guna barang sekaligus. Sebagai contoh adalah makan dan minum.
3. Memuaskan kebutuhan secara fisik
Seseorang melakukan konsumsi bertujuan untuk mencukupi kebutuhan mereka secara fisik. Kebutuhan tersebut telah dijelaskan pada pembahasan bab sebelumnya. Contohnya ialah mengenakan pakaian yang bagus agar penampilannya bertambah baik.
4. Memuaskan kebutuhan rohani
Tidak hanya kebutuhan secara fisik saja tujuan seorang konsumen melakukan kegiatan konsumsi akan tetapi juga untuk memuaskan kebutuhan rohani seperti contohnya ialah membeli kitab suci untuk kebutuhan religiusitas/rohaninya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
Agar dapat melakukan konsumsi seseorang harus mempunyai barang atau jasa untuk dikonsumsi yang dapat diperoleh dengan menggunakan alat tukar berupa uang. Banyaknya barang yang dikonsumsi tergantung banyaknya barang yang tersedia di masyarakat serta harga barang tersebut. Oleh karena itu, besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
 Kemampuan masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi.
 Besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan.
 Tingkat harga barang-barang.

Di samping ketiga faktor tersebut, besarnya konsumsi seseorang juga dipengaruhi oleh selera dan intensitas kebutuhannya terhadap barang yang bersangkutan serta adanya barang substitusi. Semakin tinggi selera dan intensitas kebutuhannya, akan cenderung semakin besar jumlah konsumsinya.

Sedangkan semakin banyak jumlah dan jenisnya barang substitusi akan menyebabkan semakin berkurangnya jumlah konsumsi barang yang disubstitusi. Besarnya konsumsi masyarakat (tingkat konsumsi masyarakat) mencerminkan tingkat kemakmuran masyarakat tersebut, artinya makin tinggi tingkat konsumsi masyarakat, berarti makin tinggi pula tingkat kemakmurannya.

Pola Kegiatan Konsumsi
Pola konsumsi adalah susunan kebutuhan seseorang terhadap barang dan jasa yang akan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu, yang dipenuhi dari pendapatannya. Pola konsumsi tiap orang berbeda-beda. Orang yang berpendapatan tinggi berbeda pola konsumsinya dengan orang yang berpendapatan menengah, berbeda pula dengan orang yang berpendapatan rendah.

Pola konsumsi direktur berbeda dengan konsumsi karyawan. Pola konsumsi guru berbeda dengan pola konsumsi petani. Perbedaan pola konsumsi tiap orang tidak hanya dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan, tapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
 tingkat pendidikan/pengetahuan.
 kondisi tempat tinggal iklim.
 jenis pekerjaan.
 tingkat peradaban bangsa.
 kebiasaan dan kondisi sosial budaya masyarakat.
 tinggi rendahnya harga barang dan jasa.
 selera yang sedang berkembang di masyarakat.

Pola konsumsi orang berbeda-beda, tetapi secara umum dalam berkonsumsi orang akan mendahulukan kebutuhan pokok, baru kemudian memenuhi kebutuhan lainnya.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Recent Posts