Loading...

Pendapatan Per Kapita: Pengertian, Perbandingan, Manfaat, Contoh, dan Hubungan dengan Pendaptan Nasional + Jumlah Penduduk

Advertisement

 1. Pengertian Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita adalah jumlah (nilai) barang dan jasa rata rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu.


Semakin tinggi angka PDB per kapita, kemakmuran rakyat dianggap makin tinggi. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menggunakan angka PDB per kapita untuk menyusun kategori tingkat kemakmuran suatu negara. Berdasarkan standar tahun 1992, sebuah negara dikatakan miskin, jika PDB per kapitanya lebih kecil dari US$ 450.


Berdasarkan standar tersebut, sebagian besar negara negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur, jika PDB per kapitanya lebih besar dari US$ 8.000.


Pendapatan per kapita dapat digunakan untuk membandingkan kesejahteraan atau standar hidup suatu negara dari tahun ke tahun. Dengan melakukan perbandingan seperti itu, kita dapat mengamati apakah kesejahteraan masyarakat pada suatu negara secara rata rata telah meningkat.


Pendapatan per kapita yang meningkat merupakan salah satu tanda bahwa rata rata kesejahteraan penduduk telah meningkat. Pendapatan per kapita menunjukkan pula apakah pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah telah berhasil, berapa besar keberhasilan tersebut, dan akibat apa yang timbul oleh peningkatan tersebut.


Secara matematis, besarnya pendapatan perkapita dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:


Pendapatan perkapita (PDB)

=

Pendapatan Nasional Bruto (PNB)

Jumlah Penduduk


Atau


Pendapatan perkapita (PDB)

=

Pendapatan Domestik Bruto (PDB)

Jumlah Penduduk


Adapun Bank Dunia mengelompokkan negara negara di dunia berdasarkan pendapatan perkapitanya menjadi lima kelompok.


1. Kelompok negara berpendapatan rendah (law income economies), yaitu negara negara yang memiliki PNB perkapita lebih kecil dari US $ 520


2. Kelompok negara berpendapatan menengah bawah (low middle income economies), yaitu negara yang memiliki PNB perkapita sekitar US $ 1740.


3. Kelompok negara berpendapatan menengah (middle income economies), yaitu negara yang memiliki PNB berkapita sekitar US $ 2990.


4. Kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income economies) yaitu negara yang mempunyai PNB perkapita sekitar US$ 4870.


5. Kelompok negara berpendapatan tinggi (high income economies), yaitu negara yang memiliki PNB perkapita sekitar US $ 25.480.


Berikut ini disajikan data mengenai Produk Domestik Bruto (PDB) perkapita Indonesia dari tahun 2003  2005.



Rincian

2003

2004

2005

PDB perkapita atas dasar harga berlaku:




- Nilai (juta rupiah)

9, 43

10,51

12,45

- Indeks Peningkatan (persen)

9, 07

11,41

18,54

- Nilai (US $)

1,099

1,11

1,308


Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, PDB perkapita pada tahun 2003 -2005 berturut turut mengalami kenaikan sebesar Rp 9,453juta, Rp 10,51 juta, dan Rp 12,45 juta.


Perkembangan angka PDB perkapita pada tahun 2004 -2005 dibandingkan tahun sebelumnya mengalami kenaikan sebesar 11,41% dan 18,54%. Di sisilain kenaikan harga secara umum (inflasi) selama tahun 2003, 2004, 2005 mencapai 5,06%, 6,40% dan 17,11%.


PDB perkapita dalam US $ juga mengalami kenaikan dari US $ 1.166 pada tahun 2004 menjadi US $ 1.308 tahun 2005 atau menunjukkan adanya kenaikan masing masing sebesar 6,14% di tahun 2004 dan 12,16% di tahun 2005 dibandingkan tahun sebelumnya.


Adapun manfaat penghitungan pendapatan perkapita meliputi hal hal berikut ini.

1. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun.

2. Untuk mengetahui tingkat produktivitas suatu negara.

3. Pedoman pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi.


2. Hubungan Pendapatan Nasional, Jumlah Penduduk, dan Pendapatan Per Kapita


Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan kumpulan pendapatan masyarakat suatu negara. Tinggi rendahnya pendapatan nasional akan memengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita negara yang bersangkutan. Selain itu, jumlah penduduk juga akan memengaruhi jumlah pendapatan per kapita suatu negara.


Pendapatan Per Kapita: Pengertian, Perbandingan, Manfaat, Contoh, dan Hubungan dengan Pendaptan Nasional + Jumlah Penduduk


Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut. Pendapatan nasional dapat dilihat dari beberapa pendekatan. Konsep pendapatan nasional yang bisa dipakai dalam menghitung pendapatan per kapita oleh pemerintah suatu negara umumnya adalah Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Nasional Bruto (PNB).


Dengan demikian, pendapatan per kapita dapat dihitung dengan menggunakan salah satu rumus berikut.

IPCn

=

GNPn

Pn


Keterangan:

IPCn = Income Per Capita (Pendapatan Per kapita) tahun n

GNPn = Gross National Product (Produk Nasional Bruto) tahun n

Pn = Population (Jumlah Penduduk) tahun n


Untuk lebih jelas mengenai perbandingan pendapatan nasional di beberapa negara, perhatikan Tabel berikut ini.


Contoh Perhitungan Pendapatan per Kapita Tahun 1999


Negara

PDB per tahunn

(juta US$)

Penduduk

(juta)

Pendapatan per Kapita

(US$)

Indonesia

130.600

204

640

India

427. 740

980

440

Malaysia

81. 311

22

3. 670

Singapura

95. 453

3

30. 170

Korea

398. 825

46

8.600

Meksiko

358.059

96

3.840


Dari Tabel di atas, India memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun US$ 427.740.000.000 hanya mendapatkan pendapatan per kapita US$ 440. Berbeda halnya dengan Singapura yang mendapatkan PDB per tahun US$ 95.453.000.000 ternyata pendapatan per kapitanya US$ 30.170. Mengapa demikian? Tingginya pendapatan nasional suatu negara tidak menjamin pendapatan per kapitanya juga tinggi.


Hal ini terjadi karena jumlah penduduk akan menentukan tinggi rendahnya pendapatan per kapita.


Dengan melihat rumus penghitungan pendapatan per kapita di atas,dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pendapatan nasional (GDP atau GNP), jumlah penduduk, dan pendapatan per kapita. Dalam hal ini, tampak jelas bahwa pendapatan nasional (GDP atau GNP) dan jumlah penduduk merupakan dua faktor yang sangat memengaruhi besar kecilnya pendapatan per kapita.


Dengan kata lain, naik turunnya pendapatan nasional dan jumlah penduduk bisa mengakibatkan naik turunnya pendapatan nasional. Oleh karena itu, jika suatu negara ingin meningkatkan pendapatan per kapitanya, negara tersebut dapat melakukandua cara berikut:


a. Memperbesar jumlah pendapatan nasional;

b. Menahan laju pertumbuhan penduduk.


3. Perbandingan Pendapatan Per Kapita Indonesia dengan Negara Lain


Bank Dunia telah mengelompokkan seluruh negara di dunia ke dalam empat kelompok berdasarkan tingkat pendapatan per kapita mereka padatahun 2004, yaitu sebagai berikut.


1. Kelompok negara berpendapatan rendah (low income economies), yaitu negara negara yang memiliki PDB per kapita sekitar $765 atau kurang.


2. Kelompok negara yang berpendapatan menengah bawah (lower-middle income economies), yaitu negara negara yang mempunyai PNB per kapita sekitar US $766  US $3,035.


3. Kelompok negara yang berpendapatan menengah atas (upper-middle income economies), yaitu negara negara yang memiliki PNB per kapita sekitar US $3,036  US $9,385.


4. Kelompok negara yang berpendapatan tinggi (high income economies), yaitu negara negara yang mempunyai PNB per kapita sekitar $ 9,386 ke atas.


Pengelompokan itu tidaklah bersifat tetap, namun akan terus berubah setiap tahun sesuai dengan kemajuan perekonomian yang dicapai oleh negara masing masing. Jika kita terus giat membangun, tidak mustahil bahwa negara kita suatu saat bisa beralih ke kelompok negara berpendapatan menengah atas atau bahkan kelompok negara berpendapatan tinggi.


Pendapatan per kapita Indonesia termasuk rendah jika dibandingkan negara negara di Asia Tenggara. Perbandingan pendapatan per kapita dapat lihat pada Tabel berikut ini.


PNB per Kapita Negara Negara ASEAN Tahun 1999


Negara

PNB per Kapita (US$)

Singapura

30.170

Malaysia

3.670

Thailand

2.160

Filipina

1.050

Indonesia

640

Kamboja

260



Sementara itu, pertumbuhan PNB riil per kapita di dunia dapat dilihat pada Tabel berikut ini.


Pertumbuhan PNB Riil per Kapita Negara Negara di Dunia


Kelompok Negara


1995


1996


1997


1998


1999

Proyeksi

2000

2001

Negara Industri

2,1

2,5

2,7

1,8

2,6

3,1

2,5

Negara Industri Utama

1,7

2,4

2,5

1,9

2,3

2,8

2,3

    Amerika Serikat

1,8

2,6

3,2

3,3

3,3

3,6

2,2

    Inggris

2,4

2,2

4,6

2,0

1,9

2,9

1,9

    Italia

2,7

1,0

1,6

1,5

1,5

2,7

3,0

    Jepang

1,2

4,8

1,3

2,8

0,1

0,7

1,6

    Jerman

1,4

0,5

1,3

2,2

1,4

2,7

3,2

    Kanada

1,7

-0,4

2,9

3,1

3,2

2,8

1,7

    Prancis

1,4

0,7

1,6

3,0

2,4

3,2

2,8









Negara Industri Lainnya

3,4

3,0

3,5

1,3

3,9

3,9

3,5

Negara Berkembang Berdasarkan Kawasan

4,2

4,9

4,3

1,6

2,2

3,9

3,9

     Afrika

1,1

3,0

0,5

0,7

-0,1

1,9

2,1

     Asia

7,4

6,7

5,3

2,7

4,7

4,9

4,7

     Eropa dan Timur Tengah

-1,6

5,5

2,9

0,6

-1,4

2,6

2,1

     Amerika Latin

1,1

1,0

4,2

-0,1

-1,4

2,5

3,1

     Negara Industri Baru Asia

5,8

5,0

4,3

-3,2

6,6

5,5

5,1



Berdasarkan Tabel di atas, pada 1998, saat terjadi krisis moneter, pertumbuhan PNB riil per kapita di dunia mengalami penurunan sebagaimana halnya Indonesia, kecuali negara negara tertentu seperti Amerika Serikat, Jerman, Kanada, dan Prancis.


Hal ini terjadi, karena di dunia yang arus globalisasinya semakin gencar, kejadian atau masalah yang terjadi di suatu negara atau kawasan tertentu akan berdampak pula pada negara lainnya. Pertumbuhan PNB riil per kapita di suatu negara, tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi negara yang bersangkutan.


Pertumbuhan ekonomi suatu negara berbanding lurus dengan pertumbuhan PNB riil per kapita. Jika pertumbuhan ekonominya naik, pertumbuhan PNB riil per kapita juga naik. Tentunya hal tersebut sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan pendapatan nasional dan pertumbuhan jumlah penduduknya.


Perhitungan menurut harga berlaku, berguna untuk memberi gambaran mengenai kemampuan daya beli rata rata penduduk negara terhadap barang barang. Selain itu, sebagai bahan perbandingan dalam menunjukkan perbedaan tingkat kemakmuran suatu negara dengan negara lain.


Pendapatan per kapita menurut harga konstan menunjukkan perkembangan tingkat kemakmuran suatu negara. Perhitungan pendapatan per kapita, dapat dilihat pada rumus sebagai berikut.


PNB riil

=

PNB nominal

Indeks Harga



4. Manfaat Menghitung Pendapatan Per Kapita


Dengan menghitung pendapatan per kapita, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, yaitu:


a. Dapat mengetahui tingkat perekonomian suatu negara, jika pendapatan per kapita tinggi berarti perekonomian sudah maju, demikian pula sebaliknya;


b. Dapat mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara; jika pendapatan per kapita riil tinggi berarti kemakmuran suatu negara sudah tinggi demikian pula sebaliknya;


c. Dapat melihat perkembangan perekonomian dan kemakmuran suatu negara, dengan cara membandingkan besarnya pendapatan per kapita dari tahun ke tahun;


d. Dapat membandingkan tingkat kemakmuran (standar hidup) antar negara, apakah tergolong kelompok rendah, menengah, atau tinggi;


e. Dapat digunakan sebagai pedoman pengambilan kebijakan ekonomi bagi pemerintah;


f. Dapat memberikan data data mengenai kependudukan, seperti jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun, dan penyebaran penduduk dari tiap daerah.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Recent Posts