Loading...

Jenis Pasar Input (Faktor Produksi): Pasar Tanah, Tenaga Kerja, Modal, Uang, dan Kewirausahaan

Advertisement

 1. Pengertian Pasar Input


Pasar input atau pasar faktor produksi adalah pasar yang memperjualbelikan faktor faktor produksi. Atau, bisa juga diartikan sebagai pasar yang mempertemukan permintaan dan penawaran faktor faktor produksi.


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan

Permintaan faktor produksi umumnya berasal dari perusahaan, sedangkan penawaran faktor produksi umumnya berasal dari rumah tangga.


Faktor faktor produksi ini terkait dengan kegiatan memproduksi. Dalam kegiatan memproduksi, pengusaha pengusaha terlebih dahulu harus memerhatikan keadaan di pasar barang. Langkah ini mempunyai dua tujuan berikut ini.


1. Untuk menentukan jenis barang yang diinginkan oleh para konsumen. Perizinan ini memberikan petunjuk kepada perusahaan perusahaan tentang jenis barang yang sebaiknya mereka produksi.


2. Untuk menentukan besarnya tingkat produksi yang sebaiknya dicapai, yaitu tingkat produksi yang akan menghasilkan keuntungan maksimum kepada mereka.


Dalam pasar faktor produksi yang bertindak sebagai penjual adalah pemilik faktor produksi atau biasanya dalam kegiatan ekonomi disebut rumah tangga, sedangkan pembelinya adalah perusahaan.


Jadi, yang diperjualbelikan di sini adalah input bagi perusahaan untuk melakukan produksi. Oleh karena itu, pasar faktor produksi disebut pasar input.


Seperti yang telah kita ketahui faktor produksi terdiri dari:

1. Sumber daya alam (tanah);

2. Sumber daya manusia;

3. Modal;

4. Skill.


2. Seluk Beluk Pasar Input


Dalam kegiatan ekonomi terdapat dua rumah tangga, yaitu rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi (dunia usaha). Keduanya menjalankan tugasnya masing masing dan saling memengaruhi. Keduanya juga membutuhkan barang dan jasa, baik yang tersedia oleh alam maupun hasil dari proses produksi.


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan
 

Rumah tangga konsumsi membutuhkan barang atau jasa yang dihasilkan oleh dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di sisi lain, dunia usaha membutuhkan barang atau jasa yang tersedia dari rumah tangga konsumsi untuk proses produksi lebih lanjut.


Bagi rumah tangga produksi, barang dan jasa dari rumah tangga konsumsi merupakan input untuk proses produksi lebih lanjut. Barang dan jasa inilah yang lazim disebut faktor produksi. Tanpa faktor produksi atau input, kegiatan produksi tidak dapat berjalan dan tidak menghasilkan barang dan jasa bagi rumah tangga konsumsi.


Misalnya saja tanah sebagai tempat berlangsungnya kegiatan produksi, bahan baku atau bahan mentah, sumber daya manusia untuk operasional perusahaan, sumber daya manusia yang berupa kewirausahaan untuk mengelola perusahaan, dan input modal yang berupa mesin atau uang untuk kelancaran usaha.


Jenis input yang dibutuhkan oleh perusahaan tergantung jenis out-put yang akan dihasilkan. Atau dengan kata lain, jenis input yang akan ditawarkan oleh rumah tangga tergantung jenis barang dan jasa yang akan diproduksi oleh perusahaan.


Jadi, permintaan input timbul karena ada permintaan barang dan jasa. Menurut Alfred Marshall, hal ini dinyatakan bahwa permintaan input merupakan devided demand atau permintaan turunan dari permintaan barang dan jasa.


Permintaan input berasal dari dunia usaha sedangkan penawaran berasal dari rumah tangga. Pertemuan antara penawaran dan permintaan pasar faktor produksi (input) disebut pasar faktor produksi atau pasar input.


Dalam kenyataan, permintaan terhadap faktor faktor produksi bisa berubah ubah, yaitu naik atau turun. Faktor faktor yang memengaruhi naik turunnya permintaan terhadap faktor faktor produksi di antaranya, sebagai berikut.


1. Perubahan harga faktor produksi. Bila harga faktor produksi naik maka permintaan terhadap faktor produksi akan turun. Bila harga faktor produksi turun maka permintaan terhadap faktor produksi akan naik.


2. Perubahan teknologi. Teknologi yang semakin maju akan meningkatkan permintaan terhadap faktor produksi. Kemajuan teknologi mampu menghadirkan mesin mesin yang dapat membuat barang dengan cepat, murah, dan banyak sehingga mendorong pengusaha meningkatkan jumlah produksi.


Kemajuan teknologi akhirnya cenderung menggeser kurva permintaan faktor produksi ke kanan yang menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi secara keseluruhan.


3. Perubahan permintaan barang jadi. Bila permintaan barang jadi meningkat maka permintaan terhadap faktor produksi akan naik. Mengapa demikian? Karena barang jadi dibuat dari kombinasi faktor produksi. Sebaliknya, bila permintaan barang jadi menurun maka permintaan terhadap faktor produksi juga menurun.


4. Perubahan permintaan faktor produksi komplementer. Bila permintaan terhadap faktor produksi komplementer meningkat maka permintaan terhadap faktor produksi pasangannya juga meningkat. Sebaliknya, bila permintaan terhadap faktor produksi komplementer menurun maka permintaan terhadap faktor produksi pasangannya juga menurun.


5. Perubahan keuntungan produksi. Bila keuntungan yang diterima produsen meningkat tajam, umumnya akan mendorong produsen memperbanyak jumlah produk atau memperluas usaha di bidang lain.


Kedua hal tersebut pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap faktor produksi. Demikian pula sebaliknya, bila keuntungan yang diterima produsen menurun tajam maka permintaan terhadap faktor produksi akan menurun.


Seperti halnya permintaan terhadap faktor faktor produksi maka penawaran terhadap faktor faktor produksi pun bisa naik dan turun. Faktor faktor yang memengaruhi naik dan turunnya penawaran terhadap faktor produksi, di antaranya sebagai berikut.


1. Perubahan harga faktor produksi. Bila harga faktor produksi naik maka penawaran terhadap faktor produksi akan naik. Dan bila harga faktor produksi turun maka penawaran terhadap faktor produksi akan turun.


2. Jumlah penduduk. Jumlah penduduk yang tinggi umumnya juga memiliki jumlah tenaga kerja (penduduk yang siap kerja yang berusia15 s.d. 64 tahun) yang tinggi pula. Dengan demikian, semakin tinggi jumlah penduduk, semakin tinggi pula penawaran faktor produksi tenaga kerja.


3. Jumlah produksi modal barang. Ada dua macam faktor produksi modal, yakni modal barang dan modal uang. Bila produksi modal barang( misalnya, mesin mesin) meningkat maka penawaran modal barang juga akan meningkat.


4. Sifat faktor produksi alam. Ada dua sifat faktor produksi alam. Pertama, dapat diperbarui (seperti hutan, tanaman, sawah, dan tanaman kebun). Kedua, tidak dapat diperbarui (seperti hasil hasil tambang: minyak bumi, emas, timah, dan lain lain). Bila faktor produksi alam bersifat tidak dapat diperbarui maka suatu saat penawarannya akan terus menurun, bahkan nol (habis).


5. Jumlah pendidikan kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan bisa berbentuk formal (resmi, melalui sekolah) dan informal (tidak resmi, melalui keluarga dan masyarakat). Pendidikan kewirausahaan bisa memunculkan banyak wirausahawan yang tangguh.


Semakin banyak pendidikan kewirausahaan, akan semakin banyak pula penawaran faktor produksi wirausaha. Belakangan ini di kota kota besar banyak muncul sekolah bisnis yang mengajarkan kewirausahaan.


6. Corak sosiobudaya masyarakat tertentu. Pada kelompok masyarakat tertentu, penawaran faktor produksi tenaga kerja didominasi oleh pria karena pada masyarakat tersebut wanita dilarang bekerja di luar rumah.


Sebaliknya, di masyarakat tertentu lainnya penawaran tenaga kerja didominasi oleh wanita karena pada masyarakat tersebut wanita dituntut bekerja dibanding pria.


3. Jenis Jenis Pasar Input


1. Pasar Tanah


Dalam bahasan ini, penggunaan faktor produksi tanah terkait dengan sewa tanah. Tanah merupakan faktor produksi yang jumlahnya tidak dapat diubah, artinya jumlahnya tidak dapat ditambah atau dikurangi.


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan

Yang dapat dilakukan adalah memperbaiki mutu tanah ini, misalnya dengan cara menyediakan irigasi yang baik yang digunakan untuk lahan pertanian dan membuat proyek proyek irigasi.


Tanah merupakan input produksi termasuk segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, kesuburan, iklim, dan lokasi geografisnya. Pasar faktor input tanah juga sering disebut sebagai pasar input sumber daya alam.


Tanah merupakan sumber daya alam yang peranannya sangat penting dalam proses produksi. Pertama kali yang diperlukan untuk mengelola pertanian, pabrik, kantor, warung, kios, bengkel, toko atau rumah sakit adalah lahan pada sebidang tanah. Maka dari itu, penggunaan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung dalam setiap proses produksi mutlak diperlukan.


Sejalan dengan perkembangan dunia produksi dan jumlah penduduk, kebutuhan tanah semakin lama semakin meningkat, sedangkan penawaran tanah cenderung bersifat tetap. Oleh karena itu, kurva penawaran tanah akan berbentuk garis lurus vertikal (inelastis sempurna).


Hubungan antara permintaan dan penawaran tanah dapat dilihat sebagai berikut.


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan

Selain faktor permintaan dan penawaran, tinggi rendahnya harga tanah juga dipengaruhi oleh faktor faktor lain seperti berikut.


a. Tingkat kesuburan tanah


Semakin subur tanah tersebut semakin tinggi harganya, begitu pula sebaliknya.


b. Letak atau tempat kedudukan tanah


Letak tanah yang strategis baik untuk produksi maupun permukiman cenderung memiliki harga yang lebih tinggi, juga sebaliknya. Ini disebabkan tanah yang letaknya strategis cenderung memberikan harapan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.


c. Status kepemilikan tanah berdasarkan sertifikasi


Ada dua kemungkinan status kepemilikian tanah, yaitu hak milik atau hak guna bangun. Tanah yang berstatus hak milik cenderung memiliki harga lebih tinggi dibandingkan tanah berstatus hak guna bangun.


Mungkin Anda bertanya tanya, mengapa pemakaian faktor produksi tanah menimbulkan harga sewa? Untuk menjelaskan hal tersebut simaklah beberapa teori yang berkenaan dengan sewa tanah.


a. Teori Kesuburan Asli Tanah


Menurut kaum physiokrat, perubahan harga sewa tanah ditentukan oleh kesuburan asli tanah tersebut. Dengan kesuburan tanah yang asli tersebut tanah akan menghasilkan product net (hasil bersih) yang lebih banyak.


Misalnya tanaman jagung yang ditanam ditanah yang subur, hasilnya pasti lebih melimpah daripada tanaman jagung yang ditanam di tanah yang gersang.


b. Teori Perbedaan Kesuburan Tanah


Teori perbedaan kesuburan dikembangkan oleh David Ricardo sekitar abad XIX. Lebih lanjut David Ricardo menyatakan bahwa terbatasnya tanah yang subur menimbulkan adanya perbedaan kesuburan tanah, sehingga muncul harga sewa.


Pertama kali pasti orang akan menggunakan tanah yang paling subur. Karena pertambahan penduduk dan perluasan produksi maka lahan lahan tanah yang kurang subur pun akan digunakan juga.


c. Teori Letak Tanah


Seorang sarjana ekonomi Austria, von Thunen, menambahkan teori yang dikemukakan David Ricardo. Ia menambahkan bahwa perbedaan letak tanah ternyata juga berpengaruh pada perbedaan harga sewa tanah.


Walaupun kesuburan sama, tetapi jika letak tanah lebih dekat dengan pasar atau jalan raya ternyata harga sewanya lebih besar. Hal ini, karena jarak yang jauh menyebabkan ongkos angkut hasil produksi lebih mahal.


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan


d. Teori Harga Derivasi Tanah


Teori derivasi tanah mengemukakan bahwa perubahan harga sewa tanah lebih banyak ditentukan oleh perubahan permintaan barang yang dihasilkan tanah tersebut sebagai input produksi.


Misalnya saja saat harga kedelai naik, maka petani akan terdorong untuk meningkatkan produksi kedelainya dengan menambah lahan kedelai. Penambahan permintaan terhadap hasil produksi tanah tersebut menyebabkan harga sewa tanah akan naik.


2. Pasar Tenaga Kerja


Seperti pasar lainnya, pasar tenaga kerja merupakan tempat bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Permintaan tenaga kerja datang dari perusahaan yang memiliki lowongan kerja atau dari lapangan kerja, sedangkan penawaran tenaga kerja datang dari angkatan kerja.


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan

 

Pasar/bursa tenaga kerja adalah suatu pasar yang mempertemukan antara pihak yang mencari pekerjaan (penawaran tenaga kerja) dengan pihak yang memerlukan tenaga kerja (permintaan/pembeli tenaga kerja).


Penawaran tenaga kerja datang dari rumah tangga konsumen, sedangkan permintaan tenaga kerja datang dari rumah tangga perusahaan atau produsen dan terjadinya transaksi di bursa tenaga kerja.


a. Bentuk Bentuk Pasar Tenaga Kerja


1) Pasar Tenaga Kerja yang Bersifat Persaingan Sempurna

2) Pasar Tenaga Kerja Monopsoni

3) Pasar Tenaga Kerja Monopoli di Pihak Tenaga Kerja

4) Pasar Tenaga Kerja Monopoli Bilateral


b. Penentuan Tingkat Upah Tenaga Kerja


1) Perbedaan Corak Permintaan dan Penawaran dalam Berbagai Jenis Pekerjaan

2) Perbedaan Corak Pekerjaan

3) Perbedaan Kemampuan, Keahlian, dan Pendidikan

4) Pertimbangan Bukan Uang

5) Dalam Konteks Mobilitas Tenaga Kerja


c. Upah Tenaga Kerja


Upah merupakan balas jasa yang diterima tenaga kerja karena jasanya dalam proses produksi barang dan jasa. Tinggi atau rendahnya upah tergantung pada hukum permintaan dan penawaran pada pasar tenaga kerja.


Secara teori, upah diberikan kepada tenaga kerja supaya mereka dan keluarganya dapat hidup secara layak. Pada sisi perusahaan, upah diberikan sebagai ongkos atau biaya produksi. Karena itu, bagi perusahaan upah yang diberikan tergantung dari kapasitas produksinya.


d. Teori Upah Tenaga Kerja


Agar Anda mendapatkan gambaran yang jelas mengenai upah dan pembentukan harga upah. Berikut ini akan disajikan beberapa teori yang menerangkan latar belakang terbentuknya harga upah tenaga kerja.


1) Teori Upah Normal


Teori upah normal atau disebut juga teori upah alami (natural wage) dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, upah yang wajar adalah pemberian upah yang didasarkan pada biaya biaya hidup dari keluarga pekerja, serta disesuaikan oleh kemampuan perusahaan.


Biaya hidup keluarga pekerja meliputi kebutuhan minimal untuk hidup, Kesehatan, perumahan, dan fasilitas lain. Sedangkan kemampuan perusahaan tergantung pada kapasitas produksi dan hasil penjualan.


2) Teori Upah Besi


Teori upah besi dikemukakan oleh Ferdinand Lasalle dari mazhab sosialis. Lasalle mengemukakan bahwa pengusaha akan menekan upah serendah rendahnya untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin.


Tentu saja sistem upah menempatkan posisi pekerja pada posisi yang lemah. Pekerja hanya akan menerima upah yang rendah untuk memenuhi kebutuhan hidup minimalnya. Dengan kondisi tersebut teori upah ini dikenal dengan teori upah besi. Untuk mengatasi hal tersebut, Lasalle menganjurkan kaum pekerja membentuk serikat pekerja.


3) Teori Dana Upah


Teori ini dikemukakan oleh John Stuart Mill. Menurut teori ini tingginya upah tergantung dari jumlah dana, yaitu modal yang disediakan perusahaan untuk pembayaran upah. Peningkatan jumlah tenaga kerja akan mendorong tingkat upah cenderung turun. Demikian juga, saat laba perusahaan menurun, dana yang tersedia untuk upah juga akan menurun.


4) Teori Upah Etika


Menurut kaum Utopis yaitu kaum yang mendambakan masyarakat yang ideal, upah diberikan secara ”etis”. Artinya, upah diberikan bukan hanya berdasarkan berapa besarnya upah, tetapi upah seharusnya bisa menjamin kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya. Karena itu, sebaiknya pengusaha memberikan tunjangan bagi keluarga pekerja.


e. Peran Informasi dalam Penyaluran Tenaga Kerja


Untuk menunjang penyaluran tenaga kerja maka peran informasi menjadi sangat penting. Contoh peran informasi ketika akan menyalurkan tenaga kerja dari satu tempat ke tempat lain, seperti :


1) AKL (Antar kerja antar lokal), penyaluran/mobilisasi tenaga kerja lokal.


2) AKAD (Antar kerja antar daerah), mobilisasi tenaga kerja antar daerah.


3) AKAR (Antar kerja antar regional), mobilisasi tenaga kerja antar wilayah regional/kawasan tertentu, misal penyaluran tenaga kerjadi kawasan ASEAN.


4) AKAN (Antar kerja antar negara), mobilisasi tenaga kerja antarnegara, missal pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Kuwait, ke negara lain di Timur Tengah.


Dalam penyaluran tenaga kerja bisa melalui Depnaker atau melalui Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI).


f. Manfaat Bursa Tenaga Kerja


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan
 

Adanya pasar/bursa tenaga kerja, maka akan mempermudah bagi orang yang mencari pekerjaan untuk mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan. Oleh karena itu pasar/bursa tenaga kerja sebenarnya mempunyai banyak manfaat yaitu antara lain :


1) Manfaat untuk pemerintah, akan mengurangi pengangguran karena dengan adanya pasar tenaga kerja akan lebih banyak tenaga kerja yang tersalurkan.


2) Manfaat untuk perusahaan/lembaga lembaga lain, lebih memudahkan dalam mencari tenaga kerja sesuai dengan yang diinginkan atau sesuai kebutuhannya.


3) Manfaat bagi pencari kerja dengan adanya bursa menjadi lebih mudah bisa memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan sesuai yang diinginkan.


g. Contoh Pasar Tenaga Kerja


Contoh kongkrit pasar ini adalah dapat tersebarnya informasi  lowongan kerja di suatu institusi atau lembaga membutuhkan tenaga kerjadan informasi itu dapat diketahui oleh pihak pihak yang mencari kerja. Saat ini banyak sekali media yang dapat digunakan untuk penyampaian informasi antara lain:


a. Publikasi atau iklan melalui media cetak maupun elektronik seperti koran, majalah, Radio, Televisi, internet dan lain lain.

b. Jalinan/kontak langsung antara perusahaan sebagai peminta/pemakai tenaga kerja dengan institusi perguruan tinggi/sekolah/lembaga lembaga penghasil tenaga kerja.

c. Lembaga lembaga penyaluran tenaga kerja atau bursa kerja swasta

d. Lingkungan internal perusahaan, melalui karyawan yang sudah ada.

e. Lembaga lembaga konsultan/biro professional .

f. Jaringan serikat pekerja.

g. Institusi resmi pemerintah melalui Depnaker.


3. Pasar Modal


Dalam ilmu ekonomi, modal adalah tiap tiap hasil (produk) yang digunakan untuk menghasilkan produk selanjutnya. Dari pengertian tersebut, sudah seharusnya Anda tidak lagi berpikir bahwa modal selalu identik dengan uang, tetapi segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang.


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan

 

Pasar modal atau capital market adalah pasar yang mempertemukan pihak kelebihan/ menawarkan dana (the lender) dan pihak yang memerlukan/membutuhkan dana (the borrower) melalui bursa dan sifat dananya jangka panjang. Pengertian lain pasar modal (capital market) adalah pasar untuk perdagangan dana jangka panjang dalam bentuk obligasi atau saham.


Menurut Undang undang Indonesia No 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal:


1) Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.


2) Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka.


3) Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.


a. Bunga Modal


Modal memang tidak selalu identik dengan uang, tetapi untuk memperoleh barang barang modal, pengusaha memerlukan dana. Pengalokasian dana untuk investasi harus dilakukan secara cermat dan tepat. Misalnya saja, seorang pengusaha harus bisa memilih menginvestasikan dananya pada usaha sepatu atau usaha garmen.


Hasil dari investasi modal tersebut dapat diukur. Hasil yang diperoleh dari modal disebut tingkat pengembalian modal (rate ofreturn of capital). Tingkat pengembalian modal atau bunga modal menunjukkan pengembalian rupiah bersih tiap tahun untuk setiap rupiah modal yang diinvestasikan.


Setiap jenis investasi mempunyai pengembalian modal yang berbeda. Oleh karena itu, pengusaha harus memahami kapan dan bagaimana melakukan investasi yang tepat. Pengusaha harus mendahulukan investasi yang pengembalian modalnya tinggi.


c. Teori Bunga Modal


Mungkin Anda masih bertanya tanya, mengapa penggunaan sumber daya modal menimbulkan bunga modal. Ada beberapa teori yang membahasnya.


1) Teori Produktivitas


Teori ini dikemukakan oleh Jean Baptiste Say, yang menyatakan bahwa modal yang dipinjamkan dapat dipergunakan secara produktif misalnya untuk membuat toko, mendirikan pabrik, dan barang modal lainnya.


Dengan modal yang dimiliki, produksiakan bertambah banyak sehingga memberikan kelebihan hasil yang istimewa. Sebagian dari kelebihan itu dikembalikan kepada pemilik modal sebagai bunga modal.


2) Teori Abstinence/Teori Pengorbanan


Teori ini dikemukakan oleh Nassau Willien Senior dan Marshall. Menurut teori ini bunga modal diberikan sebagai balas jasa dari pengorbanan (tidak mewujudkan keinginan akan kebutuhan) dari pemilik modal, untuk tidak memakai modalnya selama dipinjam oleh pengusaha atau orang lain.


Maka wajar bagi pemilik modal mendapatkan bunga sebagai balasan atas pengorbanan untuk menunggu modalnya kembali.


3) Teori Agio


Teori ini dikemukakan oleh von Bohm Bawerk. Agio memiliki arti perbedaan nilai. Perbedaan nilai ini disebabkan adanya perbedaan waktu sekarang dengan waktu yang akan datang. Menurut von Bohm Bawerk, pemilik modal harus diberi bunga sebagai ganti rugi karena perbedaan nilai itu. Alasan kerugian disebabkan:


a) Alasan ekonomi, misalnya uang Rp200,00 sekarang, setara dengan Rp400,00 satu tahun yang akan datang. Berarti nilai uang sekarang lebih tinggi daripada satu tahun yang akan datang.


b) Alasan psikologi, yaitu bahwa manusia menghargai kebutuhan dan alat pemuas yang akan datang itu lebih rendah.


c) Alasan teknik, modal sekarang dapat dipakai untuk membuat alat alat produksi dan digunakan untuk menghasilkan produksi selanjutnya.


4) Teori Liquidity Preference


Teori ini dikemukakan oleh John Maynard Keynes. Menurut teori ini bunga modal diberikan sebagai ganti rugi karena pengorbanan untuk tidak memakai uang yang liquid karena dipinjam orang lain. Pada dasarnya orang lebih menyukai uang tunai.


Menurut Keynes ada tiga alasan mengapa orang menyukai uang tunai yaitu:


a) Alasan untuk belanja konsumsi sehari hari dalam istilah lain disebut transaction motive.b) Alasan untuk berjaga jaga mengantisipasi sesuatu yang tidak terduga dalam istilah lain disebut precautionary motive.

c) Alasan untuk berspekulasi, dalam istilah lain disebut speculative motive.


5) Teori Bunga Dinamis


Teori ini dikemukakan oleh Schumpeter. Menurut teori ini modal yang dipakai dalam produksi akan menghasilkan laba. Maka sebagian dari laba tersebut diberikan kepada pemilik modal sebagai bunga modal.


d. Manfaat Pasar Modal


Bagi Emiten atau perusahaan yang menerbitkan saham, pasar modal mempunyai manfaat antara lain :


1) Menyediakan alternatif sumber pendanaan jangka panjang.

2) Mempublikasikan perusahaan dengan biaya minimal secara terusmenerus.

3) Memungkinkan penyebaran kepemilikan

4) Memperkuat struktur permodalan perusahaan

5) Mendorong pengelolaan yang terbuka dan lebih professional

6) Meningkatkan citra perusahaan.


e. Contoh Pasar Modal


Jika sebuah perusahaan yang telah berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT) bermaksud mencari tambahan dana untuk ekspansi usahanya, maka perusahaan itu bisa melakukan pencarian dana (sumber dana) melalui beberapa alternatif :


1) Pinjam ke bank, dengan mencari pinjaman jangka pendek (melalui pasar uang)

2) Menerbitkan Obligasi/Bonds (berupa hutang jangka panjang) atau menerbitkan Saham/Stock (saham adalah modal sendiri/equity).


4. Pasar Uang


Pengertian pasar uang adalah pasar yang memperjualbelikan surat berharga jangka pendek (yang mempunyai jangka waktu kurang dari satu tahun).


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan
 

Dalam kamus keuangan, pasar uang (money market) diartikan sebagai pasar untuk perdagangan dana jangka pendek, berupa surat berharga yang berjangka waktu tidak melebihi 360 hari.


Jadi pasar uang sebenarnya merupakan pertemuan antara pihak yang kelebihan dana (thelender) dan pihak yang membutuhkan dana (the borrower) dengan lembaga perantara/intermediasi berupa bank, koperasi atau lembaga keuangan lainnya dan sifat dananya dalam jangka pendek.


Mekanismenya, missal seseorang atau masyarakat kelebihan dana datang menabung di bank atau koperasi/lembaga lain maka kemudian bank/lembaga lain  akan menyalurkan ke pihak pihak yang membutuhkan dana.


a. Pelaku dan surat berharga yang diperjual belikan di Pasar Uang


Adapun para pelaku di pasar uang adalah bank, yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, perusahaan sekuritas, perusahaan perusahaan pada umumnya maupun perorangan.


Sedangkan surat berharga atau dana dana yang diperjual belikan di pasar uang meliputi :


1) SBI ( Sertifikat Bank Indonesia ) merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku bank sentral dan dapat diperjualbelikan kepada bank bank umum maupun dilelang kepada masyarakat.


Adapun salah satu tujuan Bank Indonesia mengeluarkan SBI yaitu untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam rangka pengendalian inflasi.


2) SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh bank umum yang mendapat jaminan dari Bank Indonesia dan dapat diperjualbelikan. Transaksi SBPU hanya terjadi antar bank tidak dijuabelikan untuk umum.


3) Sertifikat Deposito, merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh bank umum dalam nilai nominal tertentu dan sertifikat ini dapat diperjualbelikan secara bebas.


4) Call money atau Interbank call money merupakan pinjaman sewaktu waktu antar bank yang umumnya berjangka waktu hanya beberapa hari.


Transaksi ini timbul sebagai pasar yang terorganisir,bagi bank yang kelebihan likuiditas diharapkan dapat meningkatkan rentabilitas dan bagi bank yang kekurangan likuiditas (kekurangan dana untuk membayar kepada nasabahnya) akan dapat dana secara cepat.


5) Wesel dagang (surat utang) dan Promes (surat utang atau janji untukmembayar), merupakan surat yang diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan bukan bank atau oleh debitur bank yang kemudian disahkan (diendosemen) oleh bank.


6) Pasar Valuta Asing (Bursa Valas) yaitu suatu bursa atau pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli mata uang asing yang berlaku dalam perdagangan internasional. Sedangkan perbandingan nilai tukar mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain disebut dengankurs (yang merupakan harga dari valuta asing).


Atau dalam pengertian lain kurs sering diartikan sebagai harga mata uang asing tertentu jika dinyatakan dengan mata uang domistik. Dari konsepkurs ini, kita mengenal kurs jual (offer rate = harga jual dari bank atau pedagang valas ketika menjual valas) dan kurs beli (bid rate =harga beli dari bank atau pedagang valas ketika membeli valas).


Dan selisih kurs jual dan kurs beli inilah yang menjadi keuntungan dari penyelenggara bursa valuta asing. Selisih ini sering juga disebut spread atau margin trading.


b. Manfaat Pasar Uang


Adapun manfaat pasar uang antara lain :


1) Bagi yang memerlukan dana, dengan mudah dan cepat dalam mendapatkan dana dengan biaya yang relatif murah, aman.

2) Bagi yang memiliki dana, mempunyai peluang untuk meningkatkan pendapatan dan diversifikasi resiko.

3) Bagi Bank, sebagai sarana memelihara secondary reserve(sumber cadangan kedua).


c. Contoh Pasar Uang


Aqila seorang pelajar kelas 1 (satu) SMA termasuk anak yang rajin dan tidak boros. Oleh karena itu uang saku pemberian orangtuanya selalu dikumpulkannya, setelah genap 1 tahun ternyata uang Aqila sudah terkumpul sebanyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). Oleh Aqila uang tersebut ditabung di sebuah bank “X” di dekat sekolahnya.


Dalam kasus ini maka Aqila dapat dikatakan sebagai pihak yang kelebihan dana (the lender). Di pihak lain maka Bank juga akan meminjamkan dana yang terkumpul dari para penabung/deposan ataupun dana dana dari pihak ketiga untuk disalurkan kembali kepada pihak pihak yang membutuhkan dana (the borrower).


Bank sebagai lembaga intermediasi, akan memberikan bunga kepada Aqila atau kepada para penabung/deposan lain. Sebaliknya ketika bank meminjamkan uangnya kepada para peminjam juga akan menarik bunga pinjaman. Tentunya bunga pinjaman harus lebih besar dari bunga tabungan/deposito, karena selisih positif inilah yang akan menjadi sumber pendapatan bank.


Selisih bunga pinjaman dengan bunga tabungan/deposito inilah yang disebut “Spread”. Contoh kongkrit misalnya Bank “ABC”tersebut memberikan bunga deposito saat ini sebesar 8,5% per tahun dan bank “ABC” tersebut ketika memberikan pinjaman menarik bunga sebesar 12% per tahun, maka Bank “ABC” akan memperoleh spread positif sebesar 3,5%.


Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa di pasar uang, maka penawaran uang datang dari pihak yang kelebihan dana dan permintaan uang datang dari pihak yang membutuhkan dana, di mana sifat dananya jangka pendek dan lembaga perantaranya bisa bank atau lembaga keuangan lainnya. Dan harga yang terbentuk di pasar uang adalah tingkat bunga (rate of interest).


5. Pasar Input Kewirausahaan


Setelah lahan, tenaga kerja, dan modal tersedia, masih diperlukan jiwa wirausaha untuk mengelola perusahaan. Mencari orang yang memiliki jiwa wirausaha tidaklah mudah. Selain harus mampu mengelola lahan, tenaga kerja, dan modal secara efisien, ia juga harus bisa memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi.


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan

a. Laba Wirausaha


Di dalam pengelolaan perusahaan, kemampuan wirausaha sangat menentukan, sehingga keberhasilan atau maju mundurnya kegiatan usaha sangat bergantung pada kecakapan wirausaha.


Wirausaha yang berhasil meningkatkan kemajuan usaha tercermin dengan semakin meningkatnya keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, laba perusahaan merupakan bentuk imbalan yang harus diterima oleh seorang wirausaha.


Dalam kegiatan usaha, laba atau keuntungan ditentukan dengan cara mengurangi hasil penjualan yang diperoleh dengan berbagai biaya yang dikeluarkan. Dalam selisih antara penjualan dengan biaya, tentu akan terdapat tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama,adalah penjualan lebih besar dari biaya, yang disebut untung.


Kedua, penjualan lebih kecil dari biaya disebut rugi dan ketiga, penjualan sama dengan biaya disebut pulang pokok (impas).


b. Teori Laba Wirausaha


Berikut ini akan dibahas beberapa teori mengapa wirausaha berhak mendapat laba.


1) Teori Inovasi Menurut J.B. Schumpeter


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan

Teori ini menjelaskan bahwa laba wirausaha timbul karena seorang wirausahawan harus lebih dinamis mengembangkan kegiatan usahanya. Wirausahawan harus mampu menghasilkan temuan temuan baru sehingga dapat menghasilkan barang dan jasa yang baru.


Dengan kemampuan tersebut jumlah penjualan semakin meningkat sehingga laba atau keuntungan bisa diraih.


2) Teori Nilai Lebih Menurut Karl Marx


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan
 

Terciptanya laba pengusaha menurut Karl Marx disebabkan adanya pembayaran upah oleh wirausaha kepada pekerja yang lebih rendah dibandingkan dengan prestasi yang diberikan oleh pekerja tersebut kepada perusahaan.


Artinya, laba wirausaha itu berasal dari nilai lebih hasil kerja buruh yang tidak dibayarkan oleh wirausaha. Pekerja hanya menerima ganti rugi ataskegiatan yang dilakukannya dalam proses produksi.


Selisih antara tingkat upah dengan tingkat prestasi inilah yang lambat laun secara kumulatif membentuk laba pengusaha. Misalnya tenaga kerja dengan nilai Rp5.000,00, hanya dibayar Rp4.000,00. Dan selisih sebesar Rp1.000,00 merupakan laba pengusaha.


3) Teori Keuntungan oleh Jean Baptiste Say


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan

Menurut Say, tugas utama wirausaha adalah memimpin, mengelola, dan mengamati perusahaan. Untuk tugas tersebut diterimanya upah pengusaha. Jika pengusaha tadi masih menyertakan modalnya dalam perusahaan maka ia juga mendapat bunga modal.


4) Teori Risiko Usaha oleh Hawley


Teori ini mengemukakan bahwa wirausaha dalam mengelola perusahaan juga menanggung risiko. Untuk itu, dia juga berhak untuk memperoleh laba karena saat perusahaan gagal ia juga harus menanggung risiko rugi.


5) Teori Residu oleh David Ricardo


Jenis –Jenis Pasar Input (Pasar Faktor Produksi) : Pasar Tanah, Pasar Tenaga Kerja, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Kewirausahaan


Teori ini menjelaskan bahwa wirausaha akan menerima laba jika ada kelebihan pendapatan. Kelebihan pendapatan dihasilkan dari pendapatan total dikurangi biaya total. Kelebihan pendapatan ini disebut sebagai laba atau keuntungan yang diterima wirausaha.


c. Unsur-Unsur Laba Wirausaha


Ada beberapa unsur dalam laba wirausaha, antara lain:


1) Upah Wirausaha


Upah diterima wirausaha karena kemampuannya dalam mengatur, memimpin, mengawasi, dan menjalankan perusahaan.


2) Bunga Modal


Bunga modal diterima wirausaha jika ia menanamkan modalnya dalam perusahaan.


3) Sewa Tanah


Jika seorang wirausaha juga merupakan pemilik tanah tempat usahanya, maka ia akan menerima sewa tanah.


4) Premi Risiko


Premi risiko diterima wirausaha karena kemungkinan risiko usaha yang akan dihadapi saat perusahaan rugi.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Recent Posts