Loading...

Pengertian, Fungsi, hukum, kurva dan Faktor yang mempengaruhi Permintaan + Contoh dan Penjelasan

Advertisement
Permintaan
Di dalam kegiatan jual beli, setiap pembeli akan selalu menginginkan barang yang bermutu namun dengan harga yang murah. Keinginan pembeli ini berbanding terbalik dengan keinginan penjual. Seorang penjual selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dengan  menjual barang dagangannya dengan harga setinggi-tingginya.

Dalam arti ekonomi, permintaan (demand) adalah jumlah keseluruhan barang dan jasa yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai macam tingkat harga

Permintaan adalah jumlah produk (barang maupun jasa) yang diinginkan konsumen pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu.

Ada bermacam -macam permintaan yang dikelompokkan berdasarkan daya beli dan jumlah peminta/konsumen.

Berdasarkan Daya Beli

a. Permintaan absolute

Permintaan absolut adalah permintaan yang tidak didukung oleh daya beli, tetapi lebih merupakan angan-angan atau hanya didasarkan pada kebutuhan saja.

b. Permintaan efektif

Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang atau jasa yang dilakukan sesuai dengan daya beli yang dimiliki (kemampuan membayar). Misalnya, Nisa akhirnya membeli sepatu dengan merk X seharga Rp65.000,00.

c. Permintaan potensial

Permintaan potensial, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang disertai daya beli tetapi belum melaksanakan pembelian. Misalnya, dengan uang sebesar Rp150.000,00 di tabungan, seseorang berniat membeli tas dan sedang memikirkan tas merk apa yang hendak dibelinya.

Orang-orang yang memiliki permintaan potensial inilah yang biasanya menjadi sasaran iklan dan berbagai bentuk promosi lainnya.

Berdasarkan Jumlah Peminta/Konsumen

Permintaan berdasarkan jumlah peminta/konsumen ada dua macam,yaitu sebagai berikut.

a. Permintaan Individual/Pribadi

Permintaan individual adalah permintaan yang datang dari perseo-rangan atau individu. Permintaan ini dipengaruhi oleh nilai yang dikaitkan dengan perolehan dan penggunaan barang jasa yang bersangkutan serta kemampuan untuk memperolehnya.

Permintaan individu, yaitu permintaan yang berasal dari seseorang,misalnya permintaan dari Ara, permintaan dari Nyonya Anies.

b. Permintaan kolektif/ pasar

Permintaan Pasar adalah penjumlahan secara horizontal (semata-mata merupakan gabungan) dari permintaan-permintaan individual/pribadi yang ada di pasar tersebut.

1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi  Permintaan

Ketika melakukan permintaan terhadap suatu barang, faktor-faktor apakah yang dapat kita pertimbangkan? Seberapa butuh, bagaimana bentuknya, atau harganya? Dalam bab ini menampilkan beberapa faktor yang dapat memengaruhi permintaan terhadap suatu barang, antara lain:

a. Mode (trend)

Mode (trend)  mendorong orang untuk menyesuaikan diri dengan zamannya sehingga sangat memengaruhi permintaan akan barang, karena jika tidak membeli barang sesuai dengan mode atau trendnya saat itu, akan cenderung ketinggalan zaman.

b. Selera konsumen (minat/ keinginan masyarakat)

Selera konsumen bersifat subjektif karena selera konsumen bergantung pada penilaian terhadap barang tersebut. Selera konsumen menunjukkan adanya kebutuhan psikologis serta  kebutuhan yang terkondisi dan selera juga dipengaruhi oleh unsur tradisi dan agama.


Selera konsumen dapat memengaruhi permintaan terhadap suatu barang. Naiknya selera konsumen terhadap suatu barang mengakibatkan naiknya permintaan terhadap barang tersebut. Begitupun sebaliknya, jika selera konsumen turun, permintaan konsumen akan berkurang.

Misalnya, setelah ditemukan alat komunikasi berupa telepon selular, selera orang beralih dari telepon rumah ke telepon selular sehingga permintaan akan jenis telepon tersebut semakin meningkat

c. Harga barang itu sendiri

Harga barang merupakan faktor utama yang memengaruhi permintaan seseorang atau pasar. Harga yang murah, tetapi mutu yang baik akan menjadikan permintaan lebih banyak, sedangkan harga tinggi dengan mutu yang biasa-biasa saja menjadikan permintaan berkurang.

Misalnya, harga jus yang biasa Anda beli di kantin adalah Rp3.000,00 per porsi. Ketika harga tersebut naik menjadi Rp5.000,00 per porsi sedangkan uang saku Anda tidak bertambah, apa yang akan Anda lakukan?

Mungkin Anda akan mengganti dengan jenis minuman lain yang lebih murah karena takut uang saku Anda tidak mencukupi. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga akan menurunkan jumlah barang yang diminta.

d. Pendapatan masyarakat (daya beli masyarakat)

Hubungan antara pendapatan dan jumlah barang yang diminta bersifat searah (positif). Hal ini berarti, jika pendapatan konsumen naik, konsumen tersebut akan meminta jumlah barang yang lebih tinggi per unit waktu, dan sebaliknya. Pernyataan ini berlaku terhadap barang normal.

Misalnya pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi orang membeli beras dan menggunakan uangnya untuk menambah lauk-pauk (baik jumlah, kualitas, maupun variasinya).

Kenyang dalam konsepsi masyarakat yang berpenghasilan tinggi sudah tidak lagi kenyang secara kuantitas, tetapi dalam arti ”kenyang secara gizi”.

Adapun pada barang inferior yaitu barang yang rendah kualitasnya, naiknya pendapatan konsumen akan menyebabkan permintaan terhadap barang tersebut berkurang per unit waktu. Begitupun sebaliknya, turunnya pendapatan konsumen akan menyebabkan permintaan terhadap barang tersebut bertambah.

Jadi, dalam barang inferior, hubungan antara pendapatan dan jumlah barang yang diminta bersifat berlawanan arah (negatif).


e. Populasi penduduk (banyak sedikitnya jumlah penduduk)

Jumlah penduduk suatu wilayah/negara  yang lebih banyak akan memiliki tingkat  permintaan terhadap barang dan jasa yang lebih tinggi daripada wilayah yang berpenduduk lebih sedikit.

Sebagai contoh, jumlah penduduk Republik Rakyat Cina (RRC) yang lebih dari 1 miliar jiwa, akan lebih banyak permintaan terhadap pakaian dan makanan dibandingkan penduduk Indonesia yang jumlahnya kurang lebih 220 juta jiwa.


f. Harga Barang Substitusi dan Komplementer

Pada umumnya, barang konsumsi memiliki penggunaan yang saling berhubungan. Penggunaan yang saling berhubungan antara barang konsumsi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu saling mengganti (substitusi) dan saling melengkapi (komplementer).

Dengan meningkatnya harga barang substitusi (barang yang saling menggantikan),  permintaan suatu barang tertentu akan meningkat. Sebaliknya jika harga barang substitusi itu menurun permintaannya juga akan menurun.

Penggunaan barang yang saling mengganti, contohnya sebagai berikut.

1) Pada saat harga gas elpiji (LPG) naik, ibu-ibu rumah tangga menggantikannya dengan minyak tanah.

2) Pada saat harga daging sapi naik, konsumen akan membeli lebih banyak daging kambing atau daging ayam.

3) Pada saat harga tempe naik, konsumen akan membeli lebih banyak tahu.

4) Pada saat harga kopi naik, konsumen akan membeli lebih banyak teh.

5) Pada saat harga tiket kereta api naik maka akan memengaruhi naiknya permintaan tiket bus, demikian pula jika harga tiket kereta api turun, maka permintaan  tiket bus akan ikut menurun.

Demikian pula dengan barang yang saling melengkapi  (komplementer). Barang komplementer atau barang pelengkap yaitu barang yang akan memberikan manfaat penuh apabila digunakan bersama-sama dengan barang lainnya.

Adapun penggunaan barang yang saling melengkapi, contohnya sebagai berikut.

1) Pada saat harga telepon seluler turun, permintaan konsumen akan telepon seluler akan naik sehingga permintaan voucher pulsa akan naik pula.

2) Pada saat harga roti tawar turun, permintaan konsumen akan mentega naik.

3) Pada saat harga kopi naik, permintaan konsumen akan gula turun.

4) Pada saat harga kamera turun, maka dimungkinkan permintaan film akan bertambah. Sebaliknya jika harga kamera naik maka dimungkinkan permintaan film akan turun.

5) kenaikan harga bensin pertama akan menurunkan jumlah bensin yang diminta dan selanjutnya akan mengurangi permintaan terhadap motor.


g. Harapan atau Ekspektasi Masyarakat

Perubahan yang diramalkan akan terjadi di masa datang akan dapat memengaruhi permintaan. Jika para konsumen meramalkan bahwa akan terjadi kenaikan harga barang di masa mendatang, maka pada saat sekarang konsumen akan melakukan pembelian yang lebih banyak terhadap barang-barang yang akan mengalami kenaikan harga tersebut.

Contoh, pemerintahan yang baru akan menaikkan harga BBM. Masyarakat akan meningkatkan  permintaan terhadap BBM tersebut bahkan ada yang menimbunnya karena ada kemungkinan kenaikan harga barang tersebut pada masa datang.


h. Faktor Promosi

Jika promosi terhadap suatu barang atau jasa dilakukan secara gencar dan menarik maka permintaan terhadap suatu barang atau jasa tersebut akan meningkat. Sebaliknya, jika promosi sedikit dan tak menarik maka permintaan umumnya akan susah meningkat.

i. Tradisi

Apabila pemakaian suatu barang sudah menjadi tradisi, walaupun kenaikanharga cukup tinggi, orang akan tetap membelinya, maka permintaan ini bersifatinelastis, tetapi apabila tidak didasarkan tradisi permintaan akan bersifat elastis.


2. Fungsi Permintaan

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kurva permintaan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah atau sebaliknya. Hal tersebut terjadi karena adanya hubungan terbalik atau negatif antara permintaan dan harga.







Jika  P  naik  maka  Q  turun  atau  Jika  P  turun    maka  Q  naik









Dari bunyi hukum permintaan kita melihat adanya hubungan antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi, yang disebut dengan fungsi permintaan.

Jadi, yang dimaksud fungsi permintaan adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga (P) dengan jumlah barang atau jasa yang diminta (Qd), yang dirumuskan sebagai berikut:

Qd = f(P)


Qd (jumlah barang atau jasa yang diminta) yang merupakan fungsi dari P(harga). Di sini berarti banyak sedikitnya Qd (jumlah barang/jasa yang diminta) bergantung pada besar kecilnya P (harga).

Secara matematis, persamaan untuk fungsi permintaan berdasarkan hukum permintaan dapat ditulis sebagai berikut.












Fungsi permintaan :  Qd = a  bP    atau     Pd  =
a
1
Q






b

b














Keterangan:
Qd = Jumlah barang atau jasa yang diminta (Quantity)
P =  Tingkat harga
a = Konstanta
b = koefisien pengarah  (b bertanda negatif karena harga dan jumlah barang atau jasa yang diminta mempunyai hubungan negatif, seperti yang sudah dijelaskan di atas).

Perhatikanlah contoh berikut agar kamu dapat menentukan seberapa besar perubahan permintaan apabila terjadi perubahan harga.

Contoh 1 :
Suatu fungsi permintaan jika diketahui a = 4, b = 2, dan P = Rp10,00. Berapakah jumlah barang yang diminta?
Fungsi permintaan Qd = a  bP
= 4 - 2P
= 4 - 2.10= 16
Jadi, apabila harga Rp10,00 jumlah barang yang diminta adalah 16. Jika digambarkan dalam grafik dengan fungsi permintaan Qd = 4 - 2P adalah sebagai berikut.
Jika, P = 0 maka Q = 4
Jika, Q = 0 maka P = 2

Pengertian, Fungsi, hukum, kurva dan Faktor –faktor yang mempengaruhi Permintaan dilengkapi dengan contoh


3. Hukum Permintaan
Kita telah mempelajari berbagai faktor yang memengaruhi permintaan. Di antara faktor-faktor tersebut, harga memberi pengaruh yang paling penting. Hubungan yang erat antara harga dan permintaan ini merupakan hubungan fungsional atau saling ketergantungan (interdependen).

Coba Kita perhatikan apabila ada penjual yang melakukan ”banting harga”. Apa yang Kita lihat? Banyak atau sedikitkah pembelinya? Kita bisa lihat reaksi pembeli yang lewat di sekitarnya. Kecenderungan konsumen untuk melihat-lihat dan membeli barang yang ditawarkan dengan harga yang rendah akan lebih besar.

Kebanyakan orang akan lebih suka membeli barang yang murah atau yang harganya turun dari harga semula. Potongan harga memang cara yang sangat efektif untuk menarik pembeli terutama bagi orang orang yang keinginan konsumsinya tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa penurunan harga akan menambah minat konsumen untuk lebih banyak membeli. Apabila harga suatu barang turun, orang cenderung membeli dalam jumlah yang lebih banyak. Apabila harga suatu barang naik, apa yang akan terjadi pada minat beli masyarakat?

Sifat keterkaitan antara permintaan terhadap suatu barang dan harganya dijelaskan dalam Hukum Permintaan yang berbunyi sebagai berikut:

“semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut yang ingin diminta. Sebaliknya, semakin tinggi harganya, semakin sedikit jumlah barang yang ingin diminta (ceteris paribus)”.

Ceteris paribus adalah suatu asumsi atau anggapan bahwa semua faktor lain yang turut memengaruhi permintaan dianggap konstan atau tidak berubah.

Cara untuk menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang diminta dengan tingkat harga dapat dilakukan dengan membuat skedul permintaan.

Skedul permintaan merupakan daftar angka-angka yang menunjukkan jumlah barang dan jasa yang diminta pada berbagai tingkat harga. Contohnya dapat kalian perhatikan pada tabel berikut ini.

Jumlah Permintaan Barang


Harga Barang X


Jumlah yang Diminta
A
Rp 850,00
50
B
Rp 800,00
60
C
Rp 750,00
70
D
Rp 700,00
80
E
Rp 650,00
90
F
Rp 600,00
100

4. Faktor-faktor yang Menyebabkan Hukum Permintaan Tidak Berlaku
Hukum permintaan dapat berlaku apabila terjadi ceteris paribus. Hukum permintaan tidak dapat berlaku apabila terdapat faktor-faktor berikut.

a. Barang Inferior
Barang inferior merupakan barang yang apabila harganya turun maka jumlah yang diminta konsumen akan semakin sedikit dan sebaliknya.

b. Hubungan Kualitas Harga
Konsumen seringkali hanya menggunakan patokan harga sebagai pedoman kualitas. Hal ini disebabkan kurang lengkapnya atau sangat sedikitnya informasi yang diterima berkenaan dengan barang barang yang dimaksudkan.

Akibatnya harga barang barang yang diminta tinggi, karena konsumen beranggapan kalau barang barang mahal mempunyai kualitas barang yang lebih baik daripada barang yang harganya lebih rendah.

c. Kemungkinan Harga Akan Berubah
Pada saat harga suatu barang tertentu mengalami kenaikan, permintaanakan barang tersebut juga akan mencapai kenaikan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat mempunyai kekhawatiran apabila barang akan terus naik.

Contoh di masa inflasi harga barang naik tetapi masyarakat justru menambah jumlah barang yang diminta melebihi kebutuhannya karena takut harga akan semakin naik.

5. Kurva Permintaan
Hukum permintaan akan lebih jelas dan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bentuk gambar, yaitu sebuah grafik atau kurva yang disebut kurva permintaan.

Dalam menganalisis permintaan perlu diketahui perbedaan antara dua istilah yaitu permintaan dan jumlah barang yang diminta. Permintaan adalah keseluruhan dari kurva permintaan.

Jadi permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Adapun jumlah barang yang diminta adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu.

Pengertian, Fungsi, hukum, kurva dan Faktor –faktor yang mempengaruhi Permintaan dilengkapi dengan contoh

Dari gambar diatas menjelaskan bahwa jika faktor harga yang memengaruhi permintaan maka akan menyebabkan kurva permintaan bergerak. Sedangkan,  jika faktor lain yang memengaruhi permintaan akan menyebabkan kurva permintaan bergeser.

Berikut ini adalah contoh mudah untuk membuat kurva permintaan : Contoh 1

Pengertian, Fungsi, hukum, kurva dan Faktor –faktor yang mempengaruhi Permintaan dilengkapi dengan contoh

Daftar Permintaan Suatu Barang                        
P
Qd
0
1
2
3
4
5
6
7
15
13
11
9
7
5
3
1

Daftar permintaan pada tabel di atas, dapat digambarkan dalam kurva di atasnya. Kurva tersebut menunjukkan lereng atau kemiringan yang negatif, di mana semakin tinggi harga, semakin sedikit jumlah barang yang ingin diminta.

Dari daftar permintaan barang di atas, Anda dapat membuat fungsi permintaan secara sederhana, yaitu dengan mengambil dua titik ordinat, misalnya pada tingkat P = 3 dan pada tingkat P = 4.

P =  3 
Q1 =  9
P2  =  4 
Q2 =  7

Lalu disubstitusikan dalam persamaan :






 P1   
=
 Q1


P2  P1
Q2  Q1







 1  
=
 9
 3
 9



 1  
=
 9
1
2
              
2P + 2  =  Q  9
11  =  Q  2P
Q   =  11  2P        

Jadi, fungsi permintaanya adalah Qd = 11  2p

Hukum Permintaan
Pengertian, Fungsi, hukum, kurva dan Faktor –faktor yang mempengaruhi Permintaan dilengkapi dengan contoh

Kurva permintaan mempunyai slope negatif, artinya bergerak dari kiri atas ke arah kanan bawah. Hal ini dapat dilihat pada kurva di atas yang menunjukkan turunnya harga barang X dari 600 menjadi 500, mengakibatkan bertambahnya jumlah barang yang diminta dari 40 unit menjadi 50 unit (titik A berpindah ke titik B sepanjang kurva D) dan seterusnya.

Semakin turun harga, maka jumlah barang yang diminta semakin banyak, sehingga kurva bergerak dari kiri atas ke kanan bawah.

Pergerakan sepanjang kurva permintaan menunjukkan bahwa bertambah atau berkurangnya permintaan terhadap suatu barang disebabkan oleh perubahan harga barang itu sendiri.

6. Gerakan Sepanjang Kurva Permintaan dan Pergeseran Kurva Permintaan
Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan terhadap suatu barang yang disebabkan oleh perubahan faktor faktor di luar harga barang itu sendiri.

Faktor faktor tersebut yaitu pendapatan, selera, jumlah, penduduk, promosi perusahaan, dan ramalan di masa datang (faktor-faktor ini telah dijelaskan sebelumnya).

Adapun contoh dari pergeseran kurva permintaan sebagai berikut :

Pergeseran kurva permintaan yang disebabkan perubahan pendapatan

Seperti yang telah dijelaskan, pergeseran kurva permintaan dapat terjadi jika faktor yang memengaruhi permintaan selain harga barang itu sendiri tidak ceteris paribus, misalnya perubahan pendapatan. Hal ini dapat menyebabkan tidak berlakunya Hukum Permintaan.

Pengertian, Fungsi, hukum, kurva dan Faktor –faktor yang mempengaruhi Permintaan dilengkapi dengan contoh

D0  D1 = Pergeseran kurva permintaan karena peningkatan pendapatan sehingga jumlah permintaan bertambah.
D0  D2 = Pergeseran kurva permintaan karena penurunan pendapatan sehingga jumlah permintaan berkurang.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Recent Posts